Awas! Calo atau Makelar Internet Marketing

Selain menjadi Google Adsense Publisher, saya juga biasanya mengerjakan penulisan (blogpost) untuk beberapa campaign; baik untuk buzzing suatu produk, review atau sekadar diversifikasi backlink demi menunjang satu atau lebih halaman yang dipromosikan. Lantas, apa kaitannya dengan calo atau makelar?

Sebelum lebih jauh, coba kita cari definisi calo dan makelar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, calo adalah seseorang yang bertugas menjadi perantara dan memberikan jasanya untuk menguruskan sesuatu berdasarkan upah tertentu. Kemudian makelar adalah seorang perantara antara pembeli dan penjual, atau orang yang menjualkan barang dan/atau jasa atau orang yang mencarikan pembeli/pemakai jasa atas dasar komisi.

Makelar Internet Marketing

Sakalinya kada tiket haja nang ada calo-nya.. Anu gin iya jua.. wkwkwk

Posted by Jimmy Ahyari onΒ Tuesday, August 25, 2015

Dalam salah satu post saya di Facebook, saya menulis (dalam Bahasa Indonesia) “Ternyata tidak hanya tiket yang ada calo-nya.. anu (Internet Marketing) ternyata juga ada..

Jadi ceritanya seperti ini, beberapa waktu yang lalu, ada seseorang (sebut saja Om Admin) yang menawarkan penawaran dengan harga per tulisan sesuai dengan PageRank (PR) blog milik kita. Semakin besar PR kita, semakin besar pula komisi yang akan kita terima. Seseorang ini meminta list/daftar dari blog ber-PR yang saya miliki. Waktu itu saya kirimkan 4 buah blog lengkap dengan data PR yang dimiliki.

Lama ditunggu, tak kunjung juga saya mendapatkan respon. Padahal Om Admin tersebut sedang mencari ratusan blog untuk menerima “job”-nya. Awalnya saya mengira mungkin quotanya sudah habis dan belum rezeki saya. Namun, ketika membaca komentar rekan-rekan di komunitas/Grup Blogger Banua yang mengatakan bahwa Om Admin tersebut MASIH memerlukan banyak blog, heran deh jadinya. Kalau masih perlu banyak, kenapa blog saya tidak direspon?

Ok, mungkin masuk folder spam/other. Saya coba kirimkan lagi dan Alhamdulillah kali ini mendapat balasan; balasan yang cukup mencengangkan:

Maaf, mas. 3 dari 4 blog yang mas kirim sudah terdaftar atas nama orang lain.

WHAT? :mrgreen: Seketika itu saya lari menuju kulkas untuk mendinginkan kepala Dengan kepala dingin, saya berusaha menjawab “Eh? Oleh siapa mas? Kemudian diberikan link profile orang yang telah mendaftarkan blog saya tersebut (sebut saja namanya Supermin). Kemudian saya balas lagi “Saya bahkan tidak kenal dengan orang yang mengaku blog saya adalah miliknya”.

Akhirnya, saya putuskan yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Mungkin memang harus begitu perjalanan rezeki saya; harus muter-muter dulu melalui si Supermin πŸ˜€

Kemudian saya sampaikan kepada Om Admin, “Om Admin boleh cek whois domain saya tersebut agar bisa melihat siapa pemilik sebenarnya πŸ˜‰ “. Beruntung si Om Admin ini bijaksana (Makasih, Om Admin), dia membalas saya “Oke mas, data 3 blog tersebut sudah saya rubah atas nama, mas”.

Nah, dari cerita singkat di atas, saya jadi berpikir “Jika ada orang yang mengaku memiliki blog padahal blog tersebut milik kita, kemudian blog yang diakui oleh Supermin itu mendapat “job” dari Om Admin, bagaimana cara si Supermin mengerjakan “tugas” tersebut, sedangkan Supermin tidak memiliki akses ke 3 blog saya?”

Saya bongkar-bongkar deh email untuk rentang waktu yangΒ  dicurigai. Dan ternyata memang ada 1 email mencurigakan. Satu email ini bertanya “Halo gan, kita ada penawaran nih untuk publish artikel, agan punya blog apa aja? Boleh minta list-nya? Budget kami sekian untuk per artikelnya”. Waktu itu saya hanya memberikan list berisi 3 buah blog (persis seperti yang dikatakan Om Admin bahwa 3 dari 4 blog yang diajukan sudah terdaftar atas nama orang lain).

Saya memang dibayar oleh email yang mencurigakan itu dengan budget yang disebutkannya. Yang bikin miris, setelah saya mengetahui cerita Om Admin, selisihnya jauuuuuuuuh bangeeeeet antara harga di Om Admin dengan si Supermin. Mungkin kalau dibulatkan, saya hanya dapat +/- 27% saja. 73% untuk si calo/makelar Supermin! Apa bukan dikadalin ini namanya? Wkwkwk πŸ˜†

Memang yang salah sebenarnya adalah saya sendiri. Siapa suruh jaringan informasi kurang luas πŸ™„ Seandainya tahu distributor utamanya, tentu kita tidak akan berjumpa dengan reseller atau bahkan dropshipper (begitu kiranya kalau di dunia toko online).

Belakangan, saya berfikir “ternyata ada cara dapat duit di internet TANPA harus memiliki blog/web”. Ya, cukup jadi calo/makelar saja. 73% fee yang didapatnya, padahal yang maintenance, bayar server, sewa domain adalah kita -yang hanya kebagian 27%- pfffft πŸ‘Ώ

Tentu tidak semua calo dan makelar “sejahat” Supermin. Banyak koq yang baik dan bahkan sudah bertahun-tahun saya bekerjasama dengan mereka πŸ˜‰ Jadi, mulai sekarang buka mata dan telinga lebar-lebar. Hati-hati dalam memberikan list blog yang dimiliki terhadap orang yang belum dikenal terlebih jika emailnya berdomain gratisan (gmail, yahoo, live etc).

Ketika bekerja -di dunia nyata- dulu, dalam proses tawar-menawar ada istilah “Kodok tidak mati dan Ular tidak kelaparan”. Kalau 27% vs 73%, ini artinya kodok mati dan ular kekenyangan πŸ˜†

Seperti inilah lika-liku blogger pedalaman dalam mencari segenggam sekarung berlian 😎

Rekan pernah mengalami hal senada?

15 Comments

  1. Gaptek Update August 27, 2015
  2. Aini Sastra August 27, 2015
    • Jimmy Ahyari August 28, 2015
  3. Shaleholic August 27, 2015
    • Jimmy Ahyari August 27, 2015
  4. Imam August 27, 2015
  5. Iqbal August 28, 2015
    • Jimmy Ahyari August 28, 2015
  6. Jamal September 17, 2015
  7. arif fajar September 25, 2015
    • Jimmy Ahyari September 25, 2015
  8. clara December 13, 2015
    • Jimmy Ahyari December 13, 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *