“Ah elu, sok sibuk. Kan, sekarang udah ga kerja?”

“Ah elu, sok sibuk. Kan sekarang udah ga kerja?”

Sudah sering saya dikomentari seperti itu. Mereka hanya tidak tahu. Berbeda dengan pegawai atau karyawan yang sesibuk-sibuknya (atau disibuk-sibukan?) kerja di kantor, gaji tiap bulan pasti ada dan terjamin (selama kagak kiamat).

Lah, gua? “Sok sibuk” aja masih memutar otak dan strategi pegimane caranya agar bisa gajian bulan depan. Apa jadinya kalau “santai”?

pengangguran sibuk

Rezeki memang sudah diatur olehNya, tapi kalau kita tidak menjemputnya? Kalau tidak berusaha? Kalau tidak giat? Kalau tidak berdoa? Kalau tidak berserah diri; pada Dzat Yang Maha Berkuasa dan Maha Kaya, Allah SWT? Apa jadinya?

Bedanya, elu pagi berangkat ke kantor, dan gua pagi tetap di rumah. Udah deh, ga usah ngurusin orang lain pake komentar “sok sibuk” itu. Atau karena situ ga sibuk sehingga bisa komentar macam-macam? #eh

Hahaha.. Seru ya? Inilah resiko menjadi “pengangguran”. Orang yang benar-benar awam, benar-benar akan mengira kita santai. Sehingga, jika kita bilang sibuk, maka akan dianggap “sok sibuk”.

ByTheWay, tulisan ini hanya mencoba kategori baru 178 Kata. Mengapa 178 kata nama kategori ini? Ada yang bisa jawab? 😀

#youdontknow #theydontknow #iknew

One Response

  1. Wahyoe August 17, 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *