Regarding your Google AdSense Policy Violation Appeal

Masih ingat tulisan Google AdSense ad serving has been disabled to your site! kemarin? Yang sempat heboh saya posting di Facebook ituuuh? πŸ˜› . Siang itu dapat email bahwa salah satu blog saya melanggar Policy si Google Adsense. Sorenya, langsung ambil langkah untuk memperbaiki apa yang diinginkan oleh si mbah Google. Yah, meski tidak terlalu berharap, apa salahnya sih mencoba mengajukan banding (Appeal)?

Alhamdulillah, beberapa menit yang lalu handphone jadul saya berbunyi -dengan nada ringtone khusus yang diset hanya akan berbunyi jika ada email berekstension @google.com yang masuk-, dengan subject “Regarding your Google AdSense Policy Violation Appeal”.

Isinya:

Regarding your Google AdSense Policy Violation Appeal

Regarding your Google AdSense Policy Violation Appeal

Hello,

Thank you for making the requested changes to your site in order to comply with our policies. After thoroughly reviewing mawar.com (bukan nama sebenarnya), we have now re-enabled ad serving to this site.

Because ad serving to your site was temporarily disabled, you many notice a delay of up to 48 hours or more before ads begin appearing on your site again. We appreciate your patience and cooperation.

Sincerely,

The Google AdSense Team

Yang kalau ditranslate-kan kurang lebih menjadi “jim, blog elu yang kemarin elu tulis di jim.my.id kena disabled kan? Sekarang udah bisa nayangin iklan Google Adsense lagi karena elu udah berupaya keras memperbaiki situs elu” (maaf translate-nya diset ke level #lebay πŸ˜† )

Wuiiih.. Gimana ga senang tuh, gan? $-$

Mau tahu cara saya mengajukan “banding” Appeal terhadap Google Adsense Policy Violation?

Perhatikan dengan seksama langkah-langkah berikut ini:

  1. Tenangkan pikiran. Pikiran yang kalut hanya akan menambah masalah. Boleh aduk kopi atau nyalain rokok (jika merokok) dan jauhkan benda-benda tajam atau tali jemuran di sekitar anda :mrgreen:
  2. Setelah tenang, baca dengan seksama isi email yang menyesakkan dada dari si mbah Google itu. Jangan terfokus dengan nama web atau blog mu yang bervisitor puluhan K itu. Fokus kepada apa yang SALAH menurut mbah Google. Jika kurang jelas, buka akun Adsense-mu, tekan tanda Gear di sudut kanan atas dan klik “status”. Di situ akan kita lihat secara terperinci seperti apa masalah sebenarnya.
  3. Langkah ini agak membosankan, namun WAJIB untuk kembali membaca ketentuan Google tentang situs yang bisa menampilkan Adsense. Baca di sini nih. Kalau sampai di sini bosan, tinggalkan saja web/blog yang sudah didisabled oleh Google; bikin aja yang baru πŸ˜†
  4. Jika langkah 2 dan 3 anda sudah MENGERTI, segera sortir tulisan atau postingan yang “sejenis” seperti contoh URL yang melanggar -yang diberikan oleh Google-. Contoh yang diberikan Google umumnya hanya satu. Padahal, bisa jadi lebih dari itu.
  5. Temukan sedikitnya 5 URL atau tulisan yang menurut Anda “sejenis” dengan tulisan atau halaman yang melanggar menurut Google. Dalam kasus saya, sepertinya Google menganggap konten milik saya hasil scraped/auto yang saya sadari bahwa ada pihak-pihak tertentu yang mempermainkan halaman milik saya tersebut. Halaman tersebut memiliki judul -maaf- ada kata kemaluan (ceritanya ada suatu tindak kriminal kepada seorang gadis). Namun, kata kunci yang datang ke tulisan tersebut menjadi kata-kata yang tidak senonoh (tidak bisa dituliskan di blog butut ini). Nah, tugas Anda adalah menemukan postingan sejenis, catat URL-nya kemudian “move to trash” (jika di WordPress).
  6. URL yang kita catat tadi akan kita sampaikan ke Google. “mbah, ini nih tulisan yang tidak sesuai kaidah. Saya sudah menghapusnya dari muka bumi. Kalau ga percaya, buka aja link ini, link itu, link di sini, link di sana dan link inih.
  7. Dalam permohonan banding, kolom terakhir yang diisi adalah kolom “apa yang Anda lakukan untuk mencegah tindakan serupa terjadi di kemudian hari?” (kira-kira translate-nya begini). Tulis saja “kami akan lebih ketat lagi untuk memfilter konten yang masuk dari para author (ceritanya punya banyak penulis, padahal ya cuman kita sendiri yang publish πŸ˜› ) dan author yang sekarang sudah kami banned (ganasΒ  vroooh) πŸ˜€
  8. Sebelum menekan submit, baca Bismillah (bagi yang muslim). Yang non-muslim bisa berdoa apapun keputusan bandingnya adalah yang terbaik.

Udah. Gitu aja. “Gampang” kan? Oh iya, satu lagi. Saya selalu mensetting bahasa yang tampil di akun saya adalah Bahasa Inggris. Bukan tidak cinta dengan Indonesia; namun dengan Bahasa Inggris, artinya tidak menjadi “bias”. Beberapa kali saya menemui bahasa Indonesia di Google Adsense -yang menurut orang pedalaman seperti saya- bahasanya malah tidak nyambung (thanks to mama-abah yang sudah menyekolahkan ulun sehingga pintar berbahasa inggris).

Kalau mau simple, ya udah biarin aja. Bikin baru lagi. Tapi kalau mau long life learning, coba aja analisa lebih jauh konten blog mu πŸ˜‰

Ssttt.. Kalau yang ke banned dalam sebulan nominalnya kecil, mending diikhlasin aja kali ya? Tapi kalau jumlahnya besar? Ini bahayanya benda tajam dan tali jemuran di langkah nomor 1 di atas πŸ˜†

Anda punya pengalaman terkait? yuk berbagi πŸ˜‰ *ga terasa 700 kata lebih ngetik ngalor-ngidul ini* 8)

4 Comments

  1. syarif April 8, 2015
  2. Fadhly October 31, 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *