“Rumah” Baru!

Yeii! “Rumah” Baru!! Blog dengan domain berektensi MY.ID ini agak berbeda dengan domain-domain lain yang saya miliki. Mengapa? Tentu saja karena namanya yang “sesuai” nama pemberian orang tua tersayang; jim.my.id 😀

Pernah mencoba membeli domain jim.my (ekstensi milik Malaysia), tetapi dipersyaratkan harus memiliki KTP-nya Malaysia. Waktu itu di Indonesia belum ada ekstensi MY.ID. Indonesia hanya memiliki ekstensi WEB.ID untuk kepemilikan personal.

Bangga Pakai my.id

Bangga Pakai my.id

Untuk Anda yang ingin membeli domain berekstensi MY.ID ini bisa meluncur ke belidomain.co.id atau ke penyedia layanan registrasi domain Indonesia lainnya 😉

Entahlah, sepertinya semangat untuk menulis kembali lagi. Nama domain ini memang salah satu pemicunya. Namun, ada lagi pemicu lain yang turut serta membakar semangat ngeblog “manual” yakni, RESIGN! Yap, minggu kemarin saya sudah memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan di dunia nyata untuk terjun total di dunia maya.

Perjalanan resign ini bukan hal mudah dan bisa sekejap terpenuhi. Meski isteri sudah menyetujui, namun orang tua belum setuju. Saya pribadi memiliki prinsip “jangan menentang kehendak orang tua” karena apapun yang dikatakan oleh orang tua kita, PASTI bertujuan demi kebaikan anaknya.

Saya sebenarnya nyaman dengan perusahan tempat saya bekerja ini. Hanya saja, waktu untuk berkumpul bersama keluarga menjadi sangat sedikit. Bekerja dari senin sampai sabtu dengan jam pulang kerja yang tidak menentu, kadang sore, kadang agak sore, dan terkadang “agak” malam. Hari yang tersisa hanya hari minggu. Hari minggu pun biasanya saya hanya ingin beristirahat. Jadi, kapan ngajak anak-anak dan isteri untuk jalan-jalan?

Kenapa tidak cuti? Cuti cukup “sulit” diajukan. Bukan sulit mengajukan cuti. Namun, ketika satu hari saja tidak masuk, kerjaan setelahnya akan bertumpuk bertubi-tubi. Jika saya ingat-ingat, 4 tahun bekerja tidak pernah saya mengambil cuti untuk keperluan “libur”. Sekalinya cuti, saya menghadiri seminar, workshop, atau ada acara keluarga. Hal ini lah yang mendasari saya memutuskan untuk resign.

Jadi, surat resign sudah saya ajukan. Apa bisa langsung keluar? Oh tidak. Saya harus menemukan dulu penganti saya. Eh? Penganti? Yup. Jabatan saya sebagai Apoteker Penanggung Jawab PBF (Pedagang Besar Farmasi) sehingga, jika ingin keluar harus mencari Apoteker baru agar perusahaan bisa berjalan.

Jabatan Rangkap Apoteker PBF

Jabatan Rangkap Apoteker PBF

Yang begini bukan maunya perusahaan, tapi maunya PERMENKES No 1148 Tahun 2011 tentang Pedagang Besar Farmasi (PBF). Di PERMENKES ini, suatu perusahaan PBF WAJIB memiliki Apoteker Penanggung Jawab (APJ) yang bekerja secara fulltime (kurang lebih sih begini isinya 😆 ).

Lowongan Kerja Apoteker

Lowongan Kerja Apoteker yang saya informasikan

Alhamdulillah sudah ada 3 orang Apoteker yang melamar. Melamar menjadi APJ; bukan melamar saya :mrgreen: Mudah-mudahan salah satunya ada yang lulus sehingga saya bisa bekerja dari rumah 😀 Aamiin..

Duh, jadi melebar ke mana-mana. Jadi, “Rumah” baru ini bisa berarti Domain baru, bisa juga berarti pengangguran “pekerjaan” baru 🙂

4 Comments

  1. Iqbal April 3, 2015
  2. kang mas salam April 3, 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *